Demam pada Anak

Ismoedijanto Ismoedijanto

Sari


Demam pada anak merupakan salah satu masalah yang masih relevan untuk para praktisi
pediatri. Demam merupakan tanda adanya kenaikan set-point di hipotalamus akibat
infeksi atau adanya ketidakseimbangan antara produksi dan pengeluaran panas.
Sebaliknya tidak semua anak yang terkena infeksi akan menunjukkan gejala demam,
semakin muda umurnya, semakin tidak jelas gambaran klinisnya. Tindakan pada anak
dengan demam diawali dengan pertimbangan apakah ada kegawatan, apa penyebabnya
dan apakah demam perlu segera diturunkan. Agar tindakan tersebut tepat dan terarah,
diperlukan suatu pengelompokan / klasifikasi pasien agar dapat digunakan suatu algoritma
umum. Pada tiap kelompok tetap ada kriteria kegawatan, kriteria jenis infeksi yang
mengarah kepada tindakan yang diambil, terutama perawatan dan pemberian antibiotik
secara empirik. Tindakan yang dilaksanakan sebaiknya bukan tindakan yang sifatnya
sesaat, tetapi merupakan tindakan yang berkesinambungan, sampai pasien lepas dari
masalahnya. Keputusan untuk dirawat harus dilanjutkan dengan pemeriksaan
laboratorium dan pemberian antibiotik empirik. Tindakan lanjutan akan disesuaikan
dengan hasil pemeriksaan penunjang, respons pasien terhadap pengobatan sampai
masalahnya selesai dengan tuntas.


Kata Kunci


Demam; set point hipothalamus; algoritme; antibiotik empiris

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kliegman RM, Behrman RE. Fever. Dalam: Behrman RE,

Kliegman RM, Nelson WE, Vaughn VC, penyunting.

Nelson textbook of pediatrics, edisi 14, Philadelphia: WB

Saunders, 1992;h.647-56.

Sinclair JC. The control of body temperature and the

pathogenesis of fever: developmental aspects. Dalam:

Annales Nestle: Fever in children. Vevey, Switzerland:

Nestle Nutrition SA, 1984;h.1-10.

Hardiono D Pusponegoro. Penatalaksanaan demam pada

anak.

Henretig FM. Fever. Dalam: Fleisher GR, Ludwig S,

penyunting. Textbook of pediatric emergency medicine;

edisi ke-3. Baltimore: Williams dan Wilkins, 1993;h.202-

Dechovitz AB, Moffet HL. Classification of acute febrile

illnesses in childhood. Clin Pediatr 1968; 7:649.

Departemen Kesehatan. Manajemen terpadu balita sakit.

Modul klasifikasi dan menentukan tindakan, 1999.

Mortimer JG. Fever of unknown origin in children:

Investigation and management. J Paed Obs and Gyn,

; 7:27-32.

Darwis D, Ismail S. Penatalaksanaan hiperpireksia pada

anak. Dalam: Iwan Darmansyah dan Suharti KS,

penyunting. Penatalaksanaan demam bagian farmakologi

FKUI dan IDI JAKPUS, Jakarta:1982;h.63-70.

Schmitt BD. Fever phobia: Misconception of parents

about fevers. Am J Dis Child 1980; 134:176-81.

Finkelstein J, Christiansen CL, Platt R. Fever in pediatric

primary care: Occurance, management and outcomes.

Pediatr 2000; 105:260-6.

Prober CG. Managing the febrile infant: No rules are

golden. J Paed Obs and Gyn 2000; 26:13-20.

Santoso SO. Mekanisme kerja dan pemilihan obat

antipiretik. Dalam: Iwan Darmansyah dan Suharti KS,

penyunting. Penatalaksanaan demam. Bagian Farmakologi

FKUI dan IDI, Jakarta, 1982;h.1-8.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp2.2.2000.103-8

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.