Perbandingan Keamanan dan Konversi Tuberkulin dari Vaksin BCG Strain Moskow dan Vaksin BCG Strain Pasteur pada Bayi

Ni Putu Siadi Purniti, Novilia Sjafri Bachtiar, Ida Bagus Subanda, Ayu Setyorini, Putu Junara Putra, Wayan Gustawan, IGA Trisna Windiani, Julitasari S, Rini Mulia Sari

Sari


Latar belakang. Pemberian vaksin BCG pada bayi masih menjadi kebijakan pemerintah Indonesia dan WHO.
Tujuan. Membandingkan keamanan dan konversi tuberkulin vaksin BCG strain Moskow dengan strain Pasteur.
Metode. Tergabung dalam penelitian ini 220 bayi 0-1 bulan, kelompok A menerima vaksin BCG strain Pasteur, dan kelompok
B menerima strain Moskow dengan randomisasi tersamar tunggal. Reaksi lokal dan sistemik yang timbul diamati hingga 30 hari
pasca imunisasi. Uji tuberkulin dilakukan pada hari ke-90 pasca imunisasi, dengan pembacaan 48-72 jam kemudian.
Hasil. Terdapat 205 anak berhasil menyelesaikan studi. Pembesaran kelenjar getah bening ditemukan pada kedua kelompok,
masing-masing 2 bayi, yang sembuh sendiri tanpa pengobatan. Tidak ditemukan kejadian ikutan pasca imunisasi serius karena
vaksin BCG. Jumlah bayi yang mempunyai jaringan parut dan konversi tuberkulin tidak berbeda signifikan, p=0,578 dan p=0,205
(p>0.05).
Kesimpulan.Vaksin BCG strain Pasteur dan strain Moskow mempunyai profil keamanan dan konversi tuberkulin yang relatif
sama.


Kata Kunci


BCG; keamanan; konversi tuberkulin

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Galazka AM.WHO. Global programme for vaccines and

immunization expanded programme on immunization.

The immunological basis for immunization series.

Geneva: Modul 5:1993; 1-12.

Smith KC, Orme IM, Starke JR. Tuberculosis vaccine.

Vaccines. Edisi ke-5.USA: Saunders; 2008.h.857-86.

WHO. Acute respiratory infections. update September

:1-8. Diakses 10 November 2014. Diunduh dari:

http://www.who.int/vaccine_reasearch.diseases/ari/en/index4.

html. .

Corbett EL, Watt CJ, Walker N. The growing burden

of tuberculosis:global trends and interactions with the

HIV epidemic. Arch Intern Med 2003;163:1009-21.

WHO-SEARO. Tuberculosis control in South East Asia

Region, Annual report 2014:1-99.

Departemen Kesehatan RI. Strategi nasional pengendalian

TB di Indonesia 2010-2014. Depkes 2011.h.1-80.

WHO. Weekly epidemiological record. BCG Vaccine.WHO Position Paper 2004;4:27-38.

WHO. Information sheet; observed rate if vaccine

reactions Bacille Calmette-Guerin (BCG) vaccine.

Geneva: WHO;2012.h.1-5.

WHO, Department of vaccines and biologicals.

Supplementary information on vaccine safety. Geneva:

WHO;2000.h.14-7.

Departemen Kesehatan RI. KOMNAS PP KIPI. Pedoman

tatalaksana medik kejadian ikutan pasca imunisasi

(KIPI) bagi petugas kesehatan. Jakarta: Edisi ke5.

Depkes;2005.h.3-17.

Suganda Tanuwidjaja, Eddy Fadlayana. Kejadian

Ikutan Pasca Imunisasi BCG Galur Copenhagen 1331

dan Pasteur 1173P2 pada bayi 0-2 bulan. Maj Kedokt

Bandung 2002;34:74-81.

Gotebiowska M, Abdrzeiewska E, Stryiewska I.

Adverse events following BCG vaccination in infants

and children up tu 36 months of age. Przegi Epidemil

;62:71-5.

Tanuwidjaja S, Rusmil K, Fadlyana E, Dhamayanti

M, Kartini H. Tes tuberkulin dan jaringan parut satu

tahun setelah vaksinasi BCG yang dilakukan pada umur

-2 bulan, laporan akhir. Bandung: FK UNPAD-Bio

Farma;2004.h.1-25.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp17.3.2015.169-74

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.