Perbandingan Status Besi pada Remaja Perempuan Obes dengan Gizi Normal

Dessy Afrianti, Herry Garna, Ponpon Idjradinata

Sari


Latar belakang. Prevalensi obesitas pada remaja cenderung meningkat. Beberapa penelitian menyatakan
bahwa terdapat hubungan antara obesitas dan terjadinya anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi
berhubungan dengan kebutuhan yang meningkat sejalan dengan peningkatan berat badan, serta pola makan
yang tidak seimbang pada obesitas.
Tujuan.Mengukur dan membandingkan status besi yang dinilai berdasarkan pemeriksaan hemoglobin
(Hb),reticulocyte hemoglobin content(CHr), dan feritin serum pada remaja perempuan obes dan gizi normal
serta penanggulangan sedini-dininya pada remaja dengan defisiensi besi.
Metode. Penelitian studi analitik cross-sectionaldi SMP 14, SMP 34, dan SMA 24 Bandung pada bulan
November 2011. Subjek penelitian terdiri atas remaja perempuan sehat yang memiliki status gizi normal dan
obes berdasarkan standar WHO reference2007 yang diambil secara acak sebanyak 25 orang tiap kelompok.
Analisis data menggunakan uji nonparametrik dengan uji Mann Whitney untuk membandingkan status besi
yang dinilai berdasarkan pemeriksaan Hb, CHr,dan feritin serum antara kelompok obes dan gizi normal.
Dilakukandietary recalluntuk mengetahui asupan makanan pada kedua kelompok penelitian. Kemaknaan
ditentukan berdasarkan nilai p<0,05.
Hasil. Kadar Hb, CHr, dan feritin serum antara kelompok obes dan gizi normal tidak menunjukkan
perbedaan (p>0,05). Obesitas lebih banyak terjadi pada remaja dengan status sosioekonomi lebih tinggi
(p=0,039). Terdapat perbedaan asupan protein hewani, protein nabati, besi, dan vitamin C antara remaja
perempuaan obes dengan gizi normal yang memiliki nilai p berturut-turut p<0,001; p<0,019; p=0,026
dan p=0,032.
Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan status besi remaja perempuan obes dengan gizi normal. Asupan
makanan mempengaruhi status besi pada remaja obes dan gizi normal.


Kata Kunci


obesitas; remaja perempuan; status besi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Soetjiningsih. Tumbuh kembang remaja dan permasalahannya. Cetakan ke-2. Jakarta: Sagung Seto; 2007.

Badan Pusat Statistik Jawa Barat. Jawa Barat dalam angka.

Bandung: Badan Pusat Statistik Jawa Barat; 2008.

Sobal J. Globalization and the epidemiology of obesity.

Int J Epidemiol 2001;30:1136-7.

Waters EB, Baur LA. Childhood and adolescent obesity:

modernity’s scourge. MJA. 2003;178:422-3.

Wang Y, Beydoun MA. The obesity epidemic in the

United States-gender, age, socioeconomic, racial/ethnic,

and geographic characteristic: a systematic review

and meta-regression analysis. Epidemiologic reviews.

Baltimore: Johns Hopkims Bloomberg School of Public

Health; 2007.

Schneider MB, Brill SR. Obesity in children and

adolescents. Pediatr Rev. 2005;26:155–62.

CDC. Trends in childhood obesity. 2009. Diunduh 12

Januari 2011. Didapat dari: www.cdc.gov/obesity/childhood/

trends.html.

Tee ES. Obesity in Asia: prevalence and issue in

assessment methodologies. Asia Pasific J Clin Nutr

;11:5694–701.

Alemzadeh R, Rising R, Lifshitz F. Obesity in children.

Dalam: Lifshitz F, penyunting. Pediatric endocrinology.

Edisi ke-5. Volume 1. New York: Informa Healthcare;

h. 1-25.

Erickson JC, Hollopeter G, Palmiter RD. Iron

metabolism in genetically obese (ob/ob) mice. J Nutr

;274:1704-7.

Baynes RD, Cook JD, Skikne BS. Iron deficiency and

the measurement of iron status. Nutrit Research Rev

;5:189-202.

Lanzkowsky P. Manual of pediatric hematology and

oncology. Edisi ke-4. California: Elsevier; 2005.

Eftekhari MH, Mozaffari-Khosravi M, Shidfar F.

The relationship between BMI and iron status in

iron-deficient adolescent Iranian girls. Pub Hlth Nutr

;12:2377-81.

Pinhas-Hamiel O, Newfield RS, Koren I, Agmon A,

Lilos P, Phillip M. Greater prevalence of iron deficiency

in overweight and obese children and adolescents. J

Obesity 2003;27:416-8.

Frith AL, Cogswell ME, Khan LK, Will CJ, Ramakrishnan

U. Iron deficiency anemia: higher prevalence in Mexican

American than in non-Hispanic white females in the

third National Health and Nutrition Examination

Survey. Am J Clin Nutr 2002;72:963-8.

McClung JP, Karl JP. Iron deficiency and obesity: the

contribution of inflammation and diminished iron

absorption. Nutr Rev 2008;67:100-4.

Miraglia E, Santoro N, Amato A, Brienza C, Calabro

P, Wiegerinck ET, dkk. Hepcidin in obese children as

a potential mediator of the association between obesity

and iron deficiency. J Clin Endocrinol Metab 2009;

:5102-7.

Tatala S, Svanberg U, Mduma B. Low dietary iron

availability is a major cause of anemia: a nutrition

survey in the Lindi District of Tanzania. Am J Clin Nutr

;68:171-8.

Péneau S, Dauchet L, Vergnaud AC, Estaquio C,

Kesse-Guyot E, Bertrais S, dkk. Relationship between iron status and dietary fruit and vegetables based on

their vitamin C and fiber content. Am J Clin Nutr

;87:1298-305.

Nead KG, Halterman JS, Kaczorowski JM, Auinger P,

Weitzman M. Overweight children and adolescents: a risk

group for iron deficiency. Pediatrics 2004;114:104-8.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp14.2.2012.97-103

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.