Faktor-Faktor Penentu Vaccine Hesitancy pada Orang Tua Anak Usia 6-12 Tahun terhadap Vaksin COVID-19 di Kabupaten Bandung

Bunga Nirwani, Meita Dhamayanti, Purboyo Solek, Dzulfikar Djalil Lukmanul Hakim, Anggraini Alam, Rodman Tarigan

Sari


Latar belakang. Hingga 18 Mei 2020, 584 anak terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia, mendorong upaya pencegahan melalui vaksinasi anak. Kendati Ikatan Dokter Anak Indonesia mendukung vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6–11 tahun, terdapat keraguan (hesitancy) dan penolakan vaksin yang perlu dipahami faktornya.
Tujuan. Penelitian bertujuan mengeksplorasi adanya keraguan terkait vaksinasi COVID-19 pada anak dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi orang tua.
Metode. Penelitian analitik kuantitatif dengan desain potong lintang, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian sebelumnya yang merupakan bagian dari riset Academic Leadership Grant meliputi data demografis subjek penelitian, tingkat pengetahuan subjek penelitian mengenai COVID-19, serta status keraguan subjek penelitian terhadap vaksin COVID-19.
Hasil. Didapat 613 subjek penelitian yaitu orang tua yang memiliki setidaknya satu orang anak berusia 6-12 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Dari 613 subjek, sebagian besar memiliki skor pengetahuan COVID-19 yang baik pada 419 orang (68,4%) dan sebagian besar menunjukkan tanpa keraguan pada 546 (89,1%). Pendidikan terakhir (p=0,002 <0,05) dan riwayat infeksi COVID-19 pada keluarga (p=0,007 <0,05) merupakan faktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap skor pengetahuan COVID-19.
Kesimpulan. Tingkat pendidikan dan riwayat infeksi COVID-19 pada keluarga merupakan faktor yang signifikan secara statistik terhadap tingkat pengetahuan orangtua anak usia 6-12 tahun mengenai COVID-19. Tidak terdapat faktor yang signifikan secara statistik terhadap vaccine hesitancy pada orangtua anak usia 6-12 tahun.


Kata Kunci


COVID-19;orang tua; vaccine; hesitancy

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelang akhir masa tanggap darurat COVID-19 [Internet]. 22 Mei 2020 [cited 2023 June 17]. Didapat dari: https://www.instagram.com/p/CAflm-WllaU/?igshid=1ey8xhi2c81gs.

Kasus Covid-19 pada Anak Indonesia Naik Drastis, Ini 5 Faktor Penyebabnya. Jakarta: KOMPAS.com. [Internet] 2021. Didapat dari: https://www.kompas.com/sains/read/2021/06/29/163100423/kasus-covid-19-pada-anak-indonesia-naik-drastis-ini-5-faktor-penyebabnya?page=all.

IDAI. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia terkait Pemberian Vaksin COVID-19 pada Anak dan Remaja [press release]. Jakarta. IDAI;2021.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Surat Edaran HK.02.02/I/ 1727 /2021 tentang “Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum Lainnya Dan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Bagi Anak Usia 12-17 Tahun” [press release]. Jakarta. 2021.

Bardan AB. Sebanyak 548.000 anak usia 12-17 tahun telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 Jakarta: Kontan.co.id. [Internet] 2021. Didapat dari: https://nasional.kontan.co.id/news/sebanyak-548000-anak-usia-12-17-tahun-telah-mendapatkan-vaksinasi-covid-19.

Simpson BW. Why COVID-19 Vaccines Offer Better Protection Than Infection. 2021. Didapat dari: https://www.jhsph.edu/covid-19/articles/why-covid--vaccines-offer-better-protection-than-infection.html.

Ontario Agency for Health Protection and Promotion. Confirmed cases of COVID19 following vaccination in Ontario: December 14, 2020 to July 24, 2021. Ontario: Ontario Agency for Health Protection and Promotion (Public Health Ontario); 2021.

University of Arizona Health Sciences. COVID-19 Vaccine Reduces Severity, Length, Viral Load for Those Who Still Get Infected Arizona: University of Arizona; [Internet] 2021 [diunduh 7 Agustus 2021]. Didapat dari: https://news.arizona.edu/story/covid-19-vaccine-reduces-severity-length-viral-load-those-who-still-get-infected.

Afifi TO, Salmon S, Taillieu T, dkk. Older adolescents and young adults willingness to receive the COVID-19 vaccine: Implications for informing public health strategies. Vaccine 2021;39:3473-9.

Goldman RD, Yan TD, Seiler M, dkk. Caregiver willingness to vaccinate their children against COVID-19: Cross sectional survey. Vaccine 2020;38:7668-73.

Yufika A, Wagner AL, Nawawi Y, dkk. Parents’ hesitancy towards vaccination in Indonesia: A cross-sectional study in Indonesia. Vaccine 2020;38:2592-9.

Opel DJ, Taylor JA, Zhou C, dkk. The relationship between parent attitudes about childhood vaccines survey scores and future child immunization status: A validation study. JAMA Pediatr 2013;167:1065-71.

Notoadmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.

Maharani A, Andarini S, Saputri RA, Pakpahan E, Oceandy D, Tampubolon G. Understanding COVID-19 vaccine hesitancy: A cross-sectional study in Malang District, Indonesia. Frontiers in Pub Health 2023;10:1030695.

MacDonald NE, Eskola J, Liang X, dkk. Vaccine hesitancy: definition, scope and determinants. Vaccine 2015;33:4161–4.

Bell S, Clarke R, Mounier-Jack S, Walker JL, Paterson P. Parents’ and guardians’ views on the acceptability of a future COVID-19 vaccine: A multi-methods study in England. Vaccine 2020;38:7789-98.

Goldman RD, Yan TD, Seiler M, dkk. Caregiver willingness to vaccinate their children against COVID-19: Cross sectional survey. Vaccine 2020;38:7668-73.

Arshad MS, Hussain I, Mahmood T, dkk. A National survey to assess the COVID-19 vaccine-related conspiracy beliefs, acceptability, preference, and willingness to pay among the general population of Pakistan. Vaccines 2021;9:720.

Burki T. Vaccine misinformation and social media. Lancet Digit Heal 2019;1:e258-e259.

Manika D, Dickert S, Golden LL. Check (it) yourself before you wreck yourself: the benefits of online health information exposure on risk perception and intentions to protect oneself. Technol Forecast Soc Change 2021;173:121098.

Harapan H, Wagner AL, Yufika A, dkk. Acceptance of a COVID-19 vaccine in Southeast Asia: a cross-sectional study in Indonesia. Front Public Heal 2020;8:1-8.

Opel DJ, Taylor JA, Mangione-Smith R, dkk. Validity and reliability of a survey to identify vaccine-hesitant parents. Vaccine 2011;29:6598-605.

Bertoncello C, Ferro A, Fonzo M, dkk. Socioeconomic determinants in vaccine hesitancy and vaccine refusal in Italy. Vaccines 2020;8:276.

Byrne A, Thompson LA, Filipp SL, Ryan K. COVID-19 vaccine perceptions and hesitancy amongst parents of school-aged children during the pediatric vaccine rollout. Vaccine 2022 ;40:6680-7.

Dubé E, Laberge C, Guay M, dkk. Vaccine hesitancy: an overview. Hum Vaccines Immunother 2013;9:1763-73.

Spielmans GI, Parry PI. From Evidence-based Medicine to Marketing-based Medicine: Evidence from Internal Industry Documents. J Bioeth Inq 2010;7:13-29.

Zhiyuan Hou, Jie Chang, Dahai Yue, Hai Fang, Qingyue Meng, Yuting Zhang. Determinants of willingness to pay for self-paid vaccines in China. Vaccine 2014;32:4471-7.

Bish AL, Yardley A, Nicoll S, Michie S. Factors associated with uptake of vaccination against pandemic influenza: a systematic review. Vaccine 2011;29: 6472-84.




DOI: http://dx.doi.org/10.14238/sp25.5.2024.283-91

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Informasi Editorial:
Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Jl. Salemba I No 5, Jakarta 10430, Indonesia
Phone/Fax: +62-21-3912577
Email: editorial [at] saripediatri.org

Lisensi Creative Commons
Sari Pediatri diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.